untuk senyum yang selalu terukir, untuk tawa yang selalu hadir,
untuk semangat yang tak pernah pupus, untuk cinta yang tak pernah putus dan untuk kasih yang selalu tulus dan untuk doa yang selalu mengangkasa.
terimakasih.
terimakasih untuk selalu hadir, terimakasih untuk selalu menghibur, terimakasih untuk setiap semangat dan nasehat yang tiada hentinya. terimakasih selalu menguatkan dikala lemah. terimakasih sudah menjadi guru tanpa pernah menggurui. terimakasih sudah menjadi teman, kawan, sahabat, saudara dan belahan jiwa. terimakasih untuk tidak pergi meski sudah tahu segala kurang diri.
ingat saat pertama kali bertemu ? kesan pertama yang tercipta.
"kok tampangnya ga santai sih ? jutek banget !"
yang hadirnya tanpa kepura-puraan, selalu tulus adanya. yang tidak pernah takut mengatakan apa yang harus didengar meski itu bukan hal yang ingin didengar. tak jarang persepsi kita berbeda, seringnya tak sadar laku melukai, tapi itu tidak cukup kuat untuk menjadikan kita jauh. tak cukup hebat untuk memisahkan yang sudah terlanjur dekat.
waktu berlalu terlalu cepat sedangkan, aku menyadari terlalu lambat. hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. momen indah sudah dilewati menjadi kenangan yang terpahat dihati.
teringat obrolan kita siang itu,
"kalau aku udah ga di jakarta lagi, dimana pun kamu, aku akan tetap ingat dan cari kamu, sa".
mata berkaca-kaca, hati tak lagi kokoh dan kata tak sanggup lagi berucap. betapa beruntungnya aku memiliki kalian sebagai bagian terpenting dari hidup ini.
mungkin aku terlihat tak peduli dan angkuh. tapi jauh dihati ini ada banyak rasa yang tak bisa diungkap. nyaman bukan ditentukan sudah berapa lama bersama tapi bagaimana ia menerima dan diterima. maaf untuk semua luka yang tak sengaja ku gores dan terimakasih untuk setiap hal yang kau beri yang tak bisa terukur dengan materi. semoga Tuhan selalu menjaga hati dan dirimu meski nanti kita jauh dan tak akan pernah menyudahi hubungan yang telah dibangun.
segini dulu suratku untukmu, tak sanggup jari menekan keyboard, tak kuasa mata menahan air mata yang jatuh karena emosi yang sudah tak bisa diatur.
untuk belahan jiwa ku, Verra Hardianty & Maytha ❤
dari aku, kekasih mu yang lain, Anisa Dewanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar